Jumat, 24 September 2021

 Takutlah mati Su’ul Khotimah


“Kebanyakan orang sholeh sangat takut suul khotimah” (Imam Ghazali)

Pernahkah kita bertanya, mengapa ada seorang Hafidz Qur’an yang murtad, juga pengakuan beberapa publik figur yang beralih keyakinan setelah bertahajud, bahkan setelah umroh? atau orang-orang yang dianggap sholeh tapi wafat dalam Suul Khotimah?


Imam Ghazali dalam kitabnya menceritakan  malaikat Jibril dan Mikail menangis tatkala Iblis yang terpedaya kesombongannya di usir dari surga.Ketika Allah tanyakan alasannya, Para malaikat menjawab :

“ Ya Allah kami tak aman dari makar Mu”, dan Allah menjawab : “Begitulah aku, jadi kalian berdua tak aman dari MakarKu”.


Kejadian-kejadian diatas dapat kita ambil hikmahnya dan dijadikan iktibar, begitupun kalam-kalam nasihat para ulama berikut  yang mudah-mudahan bisa memberikan pencerahan dan membuat kita semakin semangat  memperbaiki qolbu ( Ibadah bathin)  guna menggapai Rahmat & RidhoNya.

 

Ali bin Abi Thalib:

"Siapa yang memandang dirinya buruk, maka dia adalah orang yang baik.

Dan siapa yang memandang dirinya baik, dia adalah orang yang buruk."

 

Habib Umar Bin hafidz :

"Didiklah mata hati supaya jangan memandang hina pada orang lain walaupun dengan ahli maksiat”

 

Sheikh Hissam Kabbani :

"Jangan menganalisa, menilai, mencari kekurangan/kesalahan orang lain

tapi nilailah diri sendiri (muhasabah, islah diri) jangan merasa diri kalian ini baik atau sholeh

setiap pribadi yg merasa dirinya baik / sholeh  itu adalah salah dan sampah".

 

Sheikh Ramadhan al Buthi:

"Jangan merasa lebih baik bahkan dari pelaku maksiat sekalipun karena kita tidak tahu di akhir hayat kita yang disesatkan Allah atau dia yang bertaubat. Rasa bangga akan amal ibadah akan menghancurkan nilai seluruh amal ibadah itu sendiri".

 

Habib Ali al Jufri:

"Jangan memandang sebelah mata orang yg bermaksiat, jangan kita merasa lebih bermartabat dibanding mereka, Cela lah perbuatannya bukan orangnya, jangan sombong dan merendahkan mereka, Boleh jadi suatu malam ia dipandang Allah dan dicintaiNya.

Sementara amalmu yg tak seberapa, dihapus karena kesombonganmu dan kau tak punya apa-apa bahkan mungkin imanmu yang di cabut sebab engkau tak diterima untuk menghadapNya naudzubillah min dzalik".

 

Gus Baha :

"Dalam islam tiada jaminan mati dalam husnul khotimah, jika ingin mati dalam husnul khotimah maka jangan biarkan ada ruang untuk memvonis buruk orang lain bahkan terhadap kafir sekalipun".

 

Ustadz Adi Hidayat : 

"Jangan menuduh ibadah orang lain tidak mencontoh Rasulullah , merendahkan/mencela cara ibadah muslim lain tidak "nyunnah", karena pahala kita berpindah padanya"..


DR Arrazy Hasyim MA:

"Sempurnanya amal itu tiada RIYA didalamnya, barangsiapa ada riya dalam amalnya, siaa yang merasa amal ibadahnya lebih dari yang lain dia mewarisi sifat iblis dalam dirinya"


Dalam Kitab Taujih an-Nabih Li Mardhah Barih karya Habib Umar bin Hafizh Diriwayatkan bahwa Iblis pernah berkata:

"Mereka yang meminta Husnul Khotimah kepada Allah, telah mematahkan punggungku.

 Kapankah orang ini akan menjadi bangga dengan amalnya. Aku takut ia telah menjadi pandai."


Iblis takut jika manusia menjadi pandai dan memahami hakikat hidup, karena hal itu berarti bahwa ia telah menjauh dari sifat bangga diri (ujub) yang disebabkan oleh rasa takutnya terhadap Suul Khotimah.